MEDAN
Dalam sambutannya, Akmal Huda Nasution menekankan urgensi pemahaman praktis mengenai tata kelola keuangan negara bagi kalangan kampus. Menurutnya, mahasiswa di 12 program studi di lingkungan fakultas perlu memahami realitas ekonomi nasional secara utuh, melampaui sekadar teori di ruang kelas. Kehadiran para praktisi dari Kemenkeu dan LPS dinilai memberikan wawasan langsung mengenai bagaimana negara mengelola pembiayaan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan bagaimana LPS bekerja menjaga stabilitas sistem perbankan. Hal ini menjadi bekal krusial bagi mahasiswa sebagai calon ekonom dan praktisi bisnis masa depan untuk memahami instrumen fiskal yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembiayaan defisit APBN, tetapi juga sebagai sarana investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah bagi masyarakat luas.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama yang memiliki otoritas di bidangnya, yaitu Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu, Deni Ridwan, Ph.D., dan Kepala Kantor LPS Perwakilan Sumatera Utara, Muhamad Yusron. Dalam paparannya, Deni Ridwan menguraikan peran vital SBSN atau Sukuk Negara sebagai instrumen pembiayaan pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia, termasuk fasilitas pendidikan dan transportasi, yang juga dapat diakses oleh investor ritel dengan modal terjangkau. Sementara itu, Muhamad Yusron menjelaskan secara komprehensif fungsi LPS dalam menjamin simpanan nasabah perbankan hingga nominal tertentu, yang menjadi pilar fundamental dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional. Diskusi berjalan sangat dinamis dengan antusiasme tinggi dari para dosen dan mahasiswa yang aktif menggali informasi terkait risiko investasi dan mekanisme klaim penjaminan.
Sebagai tindak lanjut konkret dari pertemuan ini, kedua belah pihak menandatangani dokumen Implementasi Kerja Sama (IA) yang disaksikan oleh jajaran pimpinan fakultas. Kesepakatan ini tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan seminar semata, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lanjutan yang lebih substansial di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang. Sinergi antara FE UNIMED dengan regulator keuangan negara ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang lebih responsif terhadap dinamika ekonomi global, sekaligus mencetak lulusan yang memiliki kompetensi mumpuni dalam literasi keuangan syariah dan manajemen risiko, sehingga siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

